Kamis, 02 September 2010

Misteri Bilangan Nol

Oleh: Yusmichad Yusdja
Staf peneliti pada Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial dan ekonomi Pertanian IPB

Ratusan tahun yang lalu, manusia hanya mengenal 9 lambang bilangan yakni 1, 2, 2, 3, 5, 6, 7, 8, dan 9. Kemudian, datang angka 0, sehingga jumlah lambang bilangan menjadi 10 buah. Tidak diketahui siapa pencipta bilangan 0, bukti sejarah hanya memperlihatkan bahwa bilangan 0 ditemukan pertama kali dalam zaman Mesir kuno. Waktu itu bilangan nol hanya sebagai lambang. Dalam zaman modern, angka nol digunakan tidak saja sebagai lambang, tetapi juga sebagai bilangan yang turut serta dalam operasi matematika. Kini, penggunaan bilangan nol telah menyusup jauh ke dalam sendi kehidupan manusia. Sistem berhitung tidak mungkin lagi mengabaikan kehadiran bilangan nol, sekalipun bilangan nol itu membuat kekacauan logika. Mari kita lihat.

Nol, penyebab komputer macet
Pelajaran tentang bilangan nol, dari sejak zaman dahulu sampai sekarang selalu menimbulkan kebingungan bagi para pelajar dan mahasiswa, bahkan masyarakat pengguna. Mengapa? Bukankah bilangan nol itu mewakili sesuatu yang tidak ada dan yang tidak ada itu ada, yakni nol. Siapa yang tidak bingung? Tiap kali bilangan nol muncul dalam pelajaran Matematika selalu ada ide yang aneh. Seperti ide jika sesuatu yang ada dikalikan dengan 0 maka menjadi tidak ada. Mungkinkah 5*0 menjadi tidak ada? (* adalah perkalian). Ide ini membuat orang frustrasi. Apakah nol ahli sulap?
Lebih parah lagi-tentu menambah bingung-mengapa 5+0=5 dan 5*0=5 juga? Memang demikian aturannya, karena nol dalam perkalian merupakan bilangan identitas yang sama dengan 1. Jadi 5*0=5*1. Tetapi, benar juga bahwa 5*0=0. Waw. Bagaimana dengan 5o=1, tetapi 50o=1 juga? Ya, sudahlah. Aturan lain tentang nol yang juga misterius adalah bahwa suatu bilangan jika dibagi nol tidak didefinisikan. Maksudnya, bilangan berapa pun yang tidak bisa dibagi dengan nol. Komputer yang canggih bagaimana pun akan mati mendadak jika tiba-tiba bertemu dengan pembagi angka nol. Komputer memang diperintahkan berhenti berpikir jika bertemu sang divisor nol.

Bilangan nol: tunawisma
Bilangan disusun berdasarkan hierarki menurut satu garis lurus. Pada titik awal adalah bilangan nol, kemudian bilangan 1, 2, dan seterusnya. Bilangan yang lebih besar di sebelah kanan dan bilangan yang lebih kecil di sebelah kiri. Semakin jauh ke kanan akan semakin besar bilangan itu. Berdasarkan derajat hierarki (dan birokrasi bilangan), seseorang jika berjalan dari titik 0 terus-menerus menuju angka yang lebih besar ke kanan akan sampai pada bilangan yang tidak terhingga. Tetapi, mungkin juga orang itu sampai pada titik 0 kembali. Bukankah dunia ini bulat? Mungkinkah? Bukankah Columbus mengatakan bahwa kalau ia berlayar terus-menerus ia akan sampai kembali ke Eropa?
Lain lagi. Jika seseorang berangkat dari nol, ia tidak mungkin sampai ke bilangan 4 tanpa melewati terlebih dahulu bilangan 1, 2, dan 3. Tetapi, yang lebih aneh adalah pertanyaan mungkinkan seseorang bisa berangkat dari titik nol? Jelas tidak bisa, karena bukankah titik nol sesuatu titik yang tidak ada? Aneh dan sulit dipercaya? Mari kita lihat lebih jauh.


Jika di antara dua bilangan atau antara dua buah titik terdapat sebuah ruas. Setiap bilangan mempunyai sebuah ruas. Jika ruas ini dipotong-potong kemudian titik lingkaran hitam dipindahkan ke tengah-tengah ruas, ternyata bilangan 0 tidak mempunyai ruas. Jadi, bilangan nol berada di awang-awang. Bilangan nol tidak mempunyai tempat tinggal alias tunawisma. Itulah sebabnya, mengapa bilangan nol harus menempel pada bilangan lain, misalnya, pada angka 1 membentuk bilangan 10, 100, 109, 10.403 dan sebagainya. Jadi, seseorang tidak pernah bisa berangkat dari angka nol menuju angka 4. Kita harus berangkat dari angka 1.

Mudah, tetapi salah
Guru meminta Ani menggambarkan sebuah garis geometrik dari persamaan 3x+7y = 25. Ani berpikir bahwa untuk mendapatkan garis itu diperlukan dua buah titik dari ujung ke ujung. Tetapi, setelah berhitung-hitung, ternyata cuma ada satu titik yang dilewati garis itu, yakni titik A(6, 1), untuk x=6 dan y=1. Sehingga Ani tidak bisa membuat garis itu. Sang guru mengingatkan supaya menggunakan bilangan nol. Ya, itulah jalan keluarnya. Pertama, berikan y=0 diperoleh x=(25-0)/3=8 (dibulatkan), merupakan titik pertama, B(8,0). Selanjutnya berikan x=0 diperoleh y=(25-3.0)/7=4 (dibulatkan), merupakan titik kedua C(0,4). Garis BC, adalah garis yang dicari. Namun, betapa kecewanya sang guru, karena garis itu tidak melalui titik A. Jadi, garis BC itu salah.
Ani membela diri bahwa kesalahan itu sangat kecil dan bisa diabaikan. Guru menyatakan bahwa bukan kecil besarnya kesalahan, tetapi manakah yang benar? Bukankah garis BC itu dapat dibuat melalui titik A? Kata guru, gunakan bilangan nol dengan cara yang benar. Bagaimana kita harus membantu Ani membuat garis yang benar itu? Mudah, kata konsultan Matematika. Mula-mula nilai 25 dalam 3x+7y harus diganti dengan hasil perkalian 3 dan 7 sehingga diperoleh 3x+7y=21.
Selanjutnya, dalam persamaan yang baru, berikan y=0 diperoleh x=21/3=7 (tanpa pembulatan) itulah titik pertama P(6,1). Kemudian berikan nilai x=0 diperoleh y=21/7 = 3 (tanpa pembulatan), itulah titik kedua Q(0, 3). Garis PQ adalah garis yang sejajar dengan garis yang dicari, yakni 3x+7y=25. Melalui titik A tarik garis sejajar dengan PQ diperoleh garis P1Q1. Nah, begitulah. Sang murid telah menemukan garis yang benar berkat bantuan bilangan nol.
Akan tetapi, sang guru masih sangat kecewa karena sebenarnya tidak ada satu garis pun yang benar. Bukankah dalam persamaan 3x1+7x2=25 hanya ada satu titik penyelesaian yakni titik A, yang berarti persamaan 3x1+7x2 itu hanya berbentuk sebuah titik? Bahkan pada persamaan 3x1+7x2=21 tidak ada sebuah titik pun yang berada dalam garis PQ. Oleh karena itu, garis PQ dalam sistem bilangan bulat, sebenarnya tidak ada. Aneh, bilangan nol telah menipu kita. Begitulah kenyataannya, sebuah persamaan tidak selalu berbentuk sebuah garis.

Bergerak, tetapi diam
Bilangan tidak hanya terdiri atas bilangan bulat, tetapi juga ada bilangan desimal antara lain dari 0,1; 0,01; 0,001; dan seterusnya sekuat-kuat kita bisa menyebutnya sampai sedemikian kecilnya. Karena sangat kecil tidak bisa lagi disebut atau tidak terhingga dan pada akhirnya dianggap nol saja. Tetapi, ide ini ternyata sempat membingungkan karena jika bilangan tidak terhingga kecilnya dianggap nol maka berarti nol adalah bilangan terkecil? Padahal, nol mewakili sesuatu yang tidak ada? Waw. Begitulah.
Berdasarkan konsep bilangan desimal dan kontinu, maka garis bilangan yang kita pakai ternyata tidak sesederhana itu karena antara dua bilangan selalu ada bilangan ke tiga. Jika seseorang melompat dari bilangan 1 ke bilangan 2, tetapi dengan syarat harus melompati terlebih dahulu ke bilangan desimal yang terdekat, bisakah? Berapakah bilangan desimal terdekat sebelum sampai ke bilangan 2? Bisa saja angka 1/2. Tetapi, anda tidak boleh melompati ke angka 1/2 karena masih ada bilangan yang lebih kecil, yakni 1/4. Seterusnya selalu ada bilangan yang lebih dekat... yakni 0,1 lalu ada 0,01, 0,001, ..., 0,000001. demikian seterusnya, sehingga pada akhirnya bilangan yang paling dekat dengan angka 1 adalah bilangan yang demikian kecilnya sehingga dianggap saja nol. Karena bilangan terdekat adalah nol alias tidak ada, maka Anda tidak pernah bisa melompat ke bilangan 2?
Disadur dari: http://www.duniaesai.com/sains/sains16.htm


6 KIAT SUKSES DI KELAS MATEMATIKA
Mengikuti setiap pelajaran matematika di kelas hukumnya wajib bagi setiap pelajar, jika tidak ingin ketinggalan pelajaran. Sekali saja kita tidak mengikuti pelajaran matematika, bisa jadi kita akan ketinggalan materi penting yang akan digunakan dalam pelajaran-pelajaran selanjutnya. Akibatnya kita bisa keteteran dalam seluruh pelajaran matematika. Namun hanya datang dan duduk saja di kelas juga tidak akan banyak membantu kita dalam pelajaran matematika.
Berikut ini 6 kiat agar kita dapat mengikuti pelajaran matematika di kelas dengan baik.

1. Masuk kelas tepat waktu.
Tampaknya ini hal yang sepele, tapi sesungguhnya sangat penting. Seringkali pokok-pokok penting materi pelajaran matematika diberikan guru hanya selama beberapa menit pada awal pelajaran. Jadi usahakan untuk masuk kelas tepat waktu, kalau kita tidak mau ketinggalan hal-hal penting yang disampaikan guru pada saat awal pelajaran.

2. Mendengarkan selama pelajaran berlangsung.
Kita perlu mendengarkan dalam seluruh proses pembelajaran. Seringkali hal ini memang sulit dilakukan, tapi sangat penting bagi kita untuk terus mencoba melakukan dan mengusahakannya. Kadang-kadang gagasan/ide-ide penting tidak selalu dituliskan di papan tulis oleh guru. Perhatikan hal-hal yang disampaikan guru dan khususnya hal-hal yang ditekankan oleh guru, bahkan meskipun itu hanya dikatakan saja dan tidak ditulis di papan tulis. Karena itu bisa berarti bahwa guru menganggap hal itu merupakan sesuatu yang penting. Dan lebih penting lagi, mungkin topik/bagian itu akan keluar dalam ujian/tes.

3. Buatlah catatan yang baik.
Cobalah untuk menulis kembali semua hal yang dituliskan guru di papan tulis. Kadang apa yang dijelaskan guru di papan tulis itu tampak mudah, tapi ketika kita harus mengerjakannya sendiri hal itu seringkali tidak mudah dilakukan. Catatan yang baik akan membantu memudahkan mengingat kembali bagaimana mengerjakan soal-soal tersebut. Beberapa guru kadang tidak menuliskan semua hal yang disampaikannya di papan tulis. Dalam kasus demikian, kita harus mencoba untuk menuliskan penjelasannya sebanyak mungkin di dalam buku catatan. Hal ini tampaknya agak bertentangan dengan kiat sebelumnya. Memang seringkali sulit melakukan keduanya sekaligus, mendengarkan dan mencatat secara bersamaan. Tapi bukan hal yang tidak mungkin dilakukan, hanya memang butuh berlatih terus menerus. Kita butuh mendengarkan semua yang disampaikan guru dalam pelajaran dan sekaligus perlu menuliskan bagian-bagian penting yang dijelaskan oleh guru yang mungkin tidak dituliskan di papan tulis.

4. Bertanya.
Jika tidak mengerti atau tidak memahami suatu topik tertentu yang dijelaskan oleh guru sebaiknya bertanya. Jangan hanya diam dan membiarkan diri kita tidak memahami suatu materi/topik tertentu. Jika kita hanya diam saja, tidak mau bertanya saat kita tidak mengerti tentang suatu materi, maka hal ini akan berdampak pada pemahaman kita tentang materi selanjutnya, kita akan mengalami kesulitan dalam memahami materi selanjutnya. Sekali lagi ingat bahwa Mathematics is Cumulative.

5. Dengarkan jika ada siswa lain yang bertanya.
Jika ada teman yang bertanya, yakinkan bahwa kita mendengarkan pertanyaan tersebut dan memahami jawaban atas pertanyaan itu. Bisa jadi kita sebenarnya juga tidak/belum tahu dengan apa yang ditanyakan oleh teman tersebut.

6. Catat semua agenda/jadwal.
Tulislah semua agenda/jadwal, seperti kapan tugas atau PR dikumpulkan, kapan jadwal ulangan/ tes, dan sebagainya, sehingga tidak lupa.

7 KIAT SUKSES BELAJAR MATEMATIKA DI RUMAH
Kita tidak bisa belajar secara instan, misalnya dengan cara belajar sistem kebut semalam (sks) untuk menguasai setiap materi atau topik dalam pelajaran matematika. Ada beberapa materi atau topik yang kita mesti bekerja keras sebelum memahaminya secara lengkap dan utuh. Salah satu cara untuk mengerti betul-betul suatu materi atau topik pelajaran matematika adalah dengan mempelajarinya kembali di rumah dan mengerjakan sebanyak mungkin soal-soal. Biasanya suatu materi atau topik dalam pelajaran matematika yang semula membingungkan bagi kita akan dapat dipahami dengan mudah setelah kita mengerjakan beberapa soal.
Apa saja yang bisa kita lakukan saat belajar di rumah? Berikut ini 7 kiat agar dapat belajar di rumah dengan baik.

1. Review kembali catatan setelah pelajaran.
Setiap kali setelah pelajaran selesai sebaiknya kita mereview kembali catatan kita. Catat hal-hal atau bagian-bagian yang membuat kita bingung dan buatlah catatan pertanyaan-pertanyaan berkait dengan rumus yang kita tidak tahu atau belum memahaminya untuk ditanyakan pada guru, sehingga akan membantu kita untuk lebih memahami topik tersebut.

2. Pelajari Notasi.
Seringkali guru mengandaikan bahwa siswa tahu dan paham tentang notasi, lambang, simbol dalam matematika, sehingga mau tidak mau siswa memang harus mempelajarinya dengan baik. Kadang ada guru yang tidak memberi nilai, karena notasi, lambang, simbol yang dituliskan salah.

3. Buat kumpulan rumus dan konsep-konsep penting.
Kita bisa membuat kumpulan rumus dan konsep-konsep penting di kertas khusus, buku kecil atau buku saku yang bisa ditempel atau dibawa dan dibuka setiap saat. Ini akan membantu dalam mengingat rumus-rumus dan konsep-konsep penting.

4. Kerjakan PR
Sediakan waktu untuk melihat keseluruhan lagi PR pada hari itu dan cobalah untuk mengerjakannya. Setelah mengerjakan beberapa soal dengan melihat buku atau catatan, cobalah meletakkan buku dan catatan tersebut dan coba untuk mengerjakan sisa soal tanpa menggunakan buku teks atau catatan. Ingat bahwa dalam ujian atau tes, bukankah biasanya kita juga mengerjakan soal ujian dengan tidak dengan membuka buku?! Hal ini dimaksudkan untuk melatih diri kita menghadapi ujian atau tes tentang materi tersebut.
Mengerjakan PR akan memberi kesempatan untuk sungguh lebih memahami materi yang dipelajari hari itu. Jangan mengerjakan PR menunggu hingga batas akhir. Mengerjakan PR ketika deadline hampir selesai seperti itu hanya akan menghasilkan kumpulan PR yang tidak lengkap dan akhirnya juga akan menghasilkan suatu pemahaman yang tidak lengkap tentang konsep yang ada dibalik PR itu.

5. Latihan, latihan dan latihan.
Jangan hanya membatasi diri dengan hanya mengerjakan soal-soal PR yang diberikan oleh guru. Lebih banyak soal yang dikerjakan akan sangat membantu kita. Berlatihlah soal sebanyak mungkin yang kita bisa. Hanya dengan cara ini kita sungguh belajar matematika. Cara belajar matematika yang efektif memang dengan berlatih dan berlatih mengerjakan soal-soal matematika. Lebih banyak kita berlatih mengerjakan soal akan lebih baik bagi diri kita untuk mempersiapkan diri jika saatnya ujian tiba.

6. Belajar Kelompok.
Belajar kelompok akan sangat membantu dalam pelajaran matematika. Seringkali karena diantara masing-masing anggota kelompok belajar melihat sesuatu dengan cara yang berbeda, maka bisa jadi ada yang tahu bagimana cara memecahkan masalah yang tidak dapat kita kerjakan atau ada anggota kelompok belajar yang sudah memahami suatu topik yang kita masih bingung atau belum jelas dan dia bisa membantu menjelaskan topik tersebut kepada kita.

7. Manfaatkan buku teks.
Jika mengalami stuck atau macet dengan suatu topik atau soal yang sedang dikerjakan atau didiskusikan di rumah, jangan lupa bahwa kita mempunyai buku teks atau buku paket pelajaran. Manfaatkan buku pelajaran tersebut. Seringkali buku teks pelajaran memuat contoh-contoh soal yang tidak dikerjakan di kelas atau memuat suatu pendekatan yang berbeda dalam memecahkan suatu soal.

SERI MENGALI CEPAT
Pada seri pertama ini kita akan mengalikan dua bilangan kembar bersatuan 5 dengan angka puluhan tertinggi 9.
Misalnya 15 x 15 = 225
25 x 25 = 625
Bagaimana caranya?
Gunakan Cara: Angka Puluhan x (Angka Puluhan + 1) dan 25.
Mari kita coba!
35 x 35 = ...?
(3 x 4) = 12 tambahkan 25 jadi 1225

Mari kita coba lagi:

75 x 75 = ...?
(7x8)=56 tambahkan 25 jadi 5625.

Silahkan coba dengan angka yang lain, misalnya 45 x 45 ; 65 x 65; dst.


TRIK MENGALI CEPAT KE-2
Mencari perkalian dua bilangan berpuluhan sama yang angka-angka saatuannya berjumlah 10.
Misalnya: 16 x 14 = 224.

Gunakan: Puluhan x (puluhan+1) digabung dengan satuan x satuan.

Mari kita praktekkan:
48 x 42 = . . .?
Cara:
(4x5) dan (8x2)
20 dan 16, Jadi 48 x 42 = 2016 Mudah bukan?

cobalah dengan perkalian yang lain, misalnya: 28 x 22; 56 x 54 ; 17 x 13; 43 x 47; dst.


MENGALI SEMBILAN DENGAN JARI
Gambar 1. 1
Gambar 1.2
Ternyata kita tidak perlu menghafal perkalian 9 dengan susah payah, karena jari kita dapat digunakan untuk menghitung perkalian 9, caranya: hadapkan sepuluh jari dan lipat jari ke dua dari kanan (Gr. 1.2). ternyata jari yang tersisa adalah 1 dan 8, jadi 2x9 = 18.

cobalah dengan 4 x 9 ! Gambar 1. 1, jelas jari yang tersisa 3 dan 6, maka 4 x 9 = 36.
Mudah bukan?
Selamat mencoba perkalian 9 yang lain!



CARA LAIN MENCARI HASIL PERKALIAN

Banyak jalan menuju ke Roma,

Pepatah ini ternyata berlaku juga untuk mencari hasil kali dua bilangan.

Kalau biasanya kita mengali dengan bersusun pendek atau panjang, maka kita akan mencoba mengali dengan teknik fakta perkalian.

Cara mengali 243 x 465 sebagai berikut:

Mula-mula susun tabel seperti di samping:
08 adalah perkalian antara 2 x 4,
16 adalah perkalian antara 4 x 4,
12 adalah perkalian antara 3 x 4,
begitu juga dengan baris ke-2, berturut-turut 12 dari 2 x 6, 24 dari 4 x 6, dan 18 dari 3 x 6.
Untuk baris ke-3 dapat di lihat pada tabel di samping.
Untuk menjumlahkan hasilnya, ikuti garis diagonal dan didapat 5, 8+1+0 = 9, 2+1+4+2+0 = 9, 1+6+2+2+1= 12 ditulis 2 simpan 1, 1+1+8+1 = 11 ditulis 1 simpan 1, dan 1 + 0 = 1. sehingga hasilnya adalah: 112995. cobalah buktikan dengan kalkulator hasil dari 243 x 465.
Selamat Mencoba.


BAGAIMANA DENGAN PERKALIAN LEBIH DARI 5?

Ketika kita kesulitan menghafal perkalian dasar lebih dari 5, maka ada cara mudah dengan menggunakan jari kita.

Caranya:

Simak dulu perjanjian untuk jari tangan kiri dari kelingking hingga ibu jari adalah 6, 7, 8, 9, 10 dan jari kanan mulai dari ibu jari hingga kelingking mewakili 6, 7, 8, 9, 10.

Sekarang perhatikan gambar di atas:
Ini mencari perkalian 7 x 8, terbukti kelingking dan jari manis tangan kiri dilipat dan kelingking, jarimanis dan jari tengah tangan kanan yang dilipat.
Jadi jari-jari yang dilipat menunjukkan puluhan, sedangkan jari yang tidak dilipat menandakan satuan.
ada 5 jari terlipat berarti 50.
ada 3 dan 2 jari yang tidak dilipat berarti 3 x 2 = 6
Jadi 7 x 8 adalah 56.
Mudah bukan?
Cobalah melakukan perkalian 6 x 8, tentu hasilnya jari terlipat 4 dan jari tidak terlipat 4 dan 2, hasilnya 48.
Selamat Mencoba!


RAMALAN TANGGAL LAHIR
Ternyata matematika juga bisa untuk bermain ramalan tanggal lahir. Caranya mudah saja, mintalah teman anda mengatakan ada atau tidak tanggal lahir pada tabel merah, kuning, hijau, biru dan ping. Anda cukup mengingat angka di pojok kiri atas dari tabel yang mendapat jawaban ada dari teman anda. Misalnya tanggal lahir teman anda ada di warna merah, kuning, dan ping. Maka yang dipakai adalah angka 1, 2, dan 16. Angka-angka ini dijumlahkan dan hasilnya 19. Jadi dapat dipastikan kelahirannya tangal 19. Selamat mencoba!
Jika ada kesulitan/ingin tahu cara membuatnya silahkan tulis tanggapan anda!
Salam Matematika.


BELAJAR MATEMATIKA DENGAN TTS

Satu contoh penerapan belajar matematika dengan bermain adalah pembuatan TTS Matematika.

Berikut saya tunjukkan contoh Teka-teki matematika:


Ini adalah salah satu contoh teka-teki matematika dengan topik Penjumlahan dan pengurangan.
Selamat Berkreasi.

TERNYATA ADA CARA MUDAHNYA....

Suatu ketika seorang murid bertanya:

Bagaimana cara mudah menjumlahkan bilangan 1 + 2 + 3 + 4 + dst + 99.

Ternyata bila kita jumlahkan terbalik akan menghasilkan: 100 + 100 + 100 sebanyak 99 kali.
Jadi hasilnya adalah 100 x 99 : 2 = 4950.
Mengapa dibagi 2, karena kita menjumlahkan 2 set bilangan, yaitu 1 s/d 99 dengan 99 s/d 1.
Jadi jawabannya adalah empat ribu sembilan ratus lima puluh.
Untuk membuktikannya silahkan jumlahkan 1 + 2 + 3 + 4 + dan seterusnya hingga + 99.
Kalau 1 + 2 + 3 + ... + 1999 = ...? (semoga hasilnya sama dengan 1.999.000)


MUDAH MENGALI DENGAN 11
Untuk mengalikan sebuah bilangan dengan sebelah gunakan saja istilah jumlah dan jumlah dengan tetangga.
Misalnya 1324 x 11 = …?
Jumlahkan dari satuannya, yaitu: 0+4= 4, 4+2 = 6, 2 + 3 = 5, 3 + 1 = 3, dan 1 + 0 = 1, maka jawabannya adalah 13564. Mudah bukan?

Sekarang dapatkah mencari: 35423 x 11= …?
Jika jawabannya 389653, maka anda sudah mengerti. Selamat berlatih!


MUDAH MENGALI DENGAN 22
Cara mudah mengali dengan 22, kita akan menggunakan cara:
PS x 22 = (Px2) (P+S)x2 (Sx2)
Mari kita coba dengan 26 x 22 =…?
26 x 22 = (2x2) (2+6)x2 (6x2)
= 4 16 12
= (4+1) (6+1) 2
= 5 7 2
Jadi 26 x 22 = 572
Coba cari 46 x 22 = …? Kalau jawabannya 1012, berarti anda sudah mengerti.

MENGALI DENGAN 25
Untuk mengali 25 dengan bilangan kelipatan 4 kita menggunakan perkalian 4x25=100.
Misalnya 8 x 25 = …?
Karena 8:4 = 2, maka 8x25 = 200.
Cobalah 12 x 25, 16 x 25, 20 x 25 dan 36 x 25 ! Jawabannya adalah 300, 400, 500 dan 600.
Mudah bukan?


TRIK MENGALI DENGAN PANGKAT SEPULUH
Kita dapat menghitung jumlah nol yang ditambahkan, misalnya jika dikali 10, tambahkan nol satu, jika 100 tambahkan nol dua, jika dikali dengan 1.000 tambahkan tiga nol di belakang bilangan yang dikali.
Misalnya:
13 x 10 = 130
13 x 100 = 1.300
13 x 1.000 = 13.000
13 x 10.000 = 130.000 dan seterusnya.
Mudah bukan?

MUDAH MENGALI DENGAN 33
Sekarang kita akan belajar mengali dengan bilangan 33. Cara yang digunakan:
PS x 33 = (Px3) (P+S)x3 (Sx3), Mari kita coba dengan 24 x 33 = …?
24 x 33 = (2x3) (2+4)x3 (4x3)
= 6 18 12
= (6+1) (8+1) 2
= 7 9 2
Jadi 24 x 33 = 792. Bagaimana dengan 54 x 33 = …? Jawabannya 1782.
Selamat bereksperimen!


SERI TRIK PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA DASAR
Ke-1:
1. Gambarlah permasalahannya
Misalnya:
Pada perlombaan lari, B lebih cepat 2 detik dari C, D lebih cepat 7 detik dari A, dan A lebih lambat 3 detik dari B. Tentukan juara I, II dan III dalam perlombaan ini!
Penyelesaiannya:
Menggambar A, B, C, dan D dalam satu garis sesuai informasi yang ada.


Coba pecahkan!
Titk A, B, C, dan D terletak pada sebuah garis luru. Jarak A dan C 9 cm. Jarak B dan D 7 cm. Jarak Antara A dan D 12 cm. Berapa jarak C dan D?

SERI TRIK PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA DASAR III
Ke-3:
Tebak dan pelajari
Disebuah kandang ternak terdapat 22 binatang yang terdiri dari ayam dan kambing. Jika jumlah kaki seluruhnya 68, berapa banyak ayam dan berapa jumlah kambing dalam peternakan itu?
Penyelesaian:
Coba tebak dan pelajari tebakannya:
Ayam Kambing Jumlah Kaki Keterangan
Tebakan ke-1 20 2 40 + 8 = 48 48 < 68
Tebakan ke-2 15 7 30 + 28 = 58 58 < 68
Tebakan ke-3 10 12 20 + 48 = 68 Tepat
Jadi jumlah ayam 10 ekor, sedangkan kambingnya 12 ekor.

Cobalah pecahkan!
Ada 19 lembar uang kertas di dalam dompet ayah. Nilai seluruhnya Rp47.000,00.
Uang kertasnya terdiri dari Rp1.000,00 dan Rp5.000,00. Berapa lembar uang kertas Rp1.000,00 dan berapa lembar uang Rp5.000,00.


SERI TRIK PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA DASAR IV
Ke-4:
Memperhatikan pola yang terbentuk
Buktikan bahwa 2 pangkat 0 adalah 1.
Penyelesaian:

Coba pecahkan!
Setiap hari Jarot mendapat uang ajajan dari ayahnya. Suatu hari ayahnya memberikan dua pilihan kepada Jarot. Pilihan pertama adalah ayah memberikan uang jajan satu minggu sekali. Setiap minggu Jarot akan mendapatkan Rp50.000,00. Pilihan kedua adalah tanggal 1 Jarot mendapatkan Rp50,00, tanggal 2 Rp100,00, tanggal 3 Jarot mendapatkan Rp200,00, tanggal 4 Jarot mendapat Rp400,00, tanggal 5 mendapatkan Rp800,00, demikian seterusnya sampai akhir bulan. Pilihan mana yang sebaiknya dipilih oleh Jarot?


TRIK MELIHAT BILANGAN HABIS DIBAGI ...
Dalam belajar matematika sering kita diminta untuk membagi sebuah bilangan, misalnya pada topic faktorisasi, FPB, KPK, dan lain-lain, barangkali dengan bekal pengetahuan ini dapat membantu memudahkan pemecahan masalah:
1. Bilangan habis dibagi 2
Jika bilangan yang dimaksud bersatuan genap atau nol.
Misalnya:
Apakah 576 habis dibagi 2? Ya, satuannya adalah 6 dan 6 merupakan anggota bilangan genap. Tepatnya 576:2= 288
Apakah 57730 habis dibagi 2? Ya, satuan bilangan ini adalah 0, jadi habis dibagi 2. tepatnya 57730 : 2 = 28.865
2. Bilangan habis dibagi 3
Jika jumlah angka-angka penyusun bilangannya habis dibagi 3.
Misalnya:
Apakah 22.623 habis dibagi 3?
Jumlahkan: 2+2+6+2+3 = 15 dan 15 : 3 = 5
Maka 22.623 habis dibagi 3. Tepatnya 22623 : 3 = 7541
Apakah 4.325 habis dibagi 3?
Jumlahkan: 4+3+2+5 = 14, karena 14 : 3 = 4 sisa 2
Maka 4.325 tidak habis dibagi 3.

3. Bilangan habis dibagi 4
Bilangan habis dibagi 4 jika dua angka terakhir penyusun bilangan itu dapat dibagi 4.
Misalnya:
Apakah 21.868 habis dibagi 4?
Bilangan ini mempunyai dua angka terakhir 68, dan 68 : 4 = 17.
Jadi 21.868 habis dibagi 4.
Tepatnya 21.868 : 4 = 5.467

4. Bilangan habis dibagi 5
Bilangan habis dibagi 5 jika angka terakhir bilangan itu 5 atau 0.
Misalnya:
Apakah 460 habis dibagi 5?
Bilangan ini berakhiran angka 0, maka bialangan ini habis dibagi 5.
Tepatnya 460 : 5 = 92

5. Bilangan habis dibagi 6
Bilangan habis dibagi 6 jika habis dibagi 2 dan 3
Cukup jelas.

6. Bilangan habis dibagi 8
Bilangan habis dibagi 8 jika tiga angka terakhir bilangan ini habis dibagi 8.
Misalnya:
Apakah 19.488 habis dibagi 8?
Tiga angka terakhirnya 488, sedangkan 488 : 8 = 61, maka 19.488 habis dibagi 8. Tepatnya 19.488 : 8 = 2.436

7. Bilangan habis dibagi 9
Bilangan habis dibagi 9 jika jumlah angka-angkanya habis dibagi 9.
Misalnya:
Apakah 392.913 habis dibagi 9?
Jumlah 3+9+2+9+1+3 = 27 dan 27 habis dibagi 9.
Jadi 392.913 habis dibagi 9. Tepatnya 392.913 : 9 = 43.657


BILANGAN BULAT
Untuk memudahkan mempelajari penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat, biasanya dibuat cerita singkat, misalnya:
-4 + 3 = ... /
ada 4 pasukan negatip bertempur dengan 3 pasukan positip, masing-masing pasukan dapat membunuh satu lawannya, setelah pertempuran tersisa 1 pasukan negatip.
Jadi -4 + 3 = -1
Bagaimana kalau:
-10 + 15 = ...?
ada 10 pasukan negatip bertempur dengan 15 pasukan positip, masing-masing pasukan dapat membunuh satu lawannya, setelah pertempuran tersisa 5 pasukan positip.
Jadi -10 + 15 = 5
Bagaimana kalau 5 - 8 = . . . ?
Bentuk ini dapat ditulis dengan 5 + (-8) = ...?
Jadi setelah perang tersisa 3 pasukan negatip.
Sehingga 5 - 8 = -3
Bagaimana jika 2 - (-4) =...?
ada 2 pasukan positip, ada 4 pasukan negatip yang bertobat hingga menjadi pasukan positip. maka pasukan positip menjadi 6.
Jadi 2 - (-4) = 6
Begitulah cara agar mudah memahami operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat.

Selamat belajar.


SERI TRIK PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA DASAR VII
Ke-7:
Bekerja Mundur
Saputra ada janji belajar kelompok dirumahnya pada pukul 10.15, sementara hari itu ia banyak kegiatan, diantaranya harus les musik, pulang nya harus membawa coklat untuk adiknya. Perjalanan dari rumah ke tempat les musik 15 menit, lama les satu jam setengah, tempat dari les musik ke toko coklat 30 menit, dari toko coklat kerumah 30 menit. Pukul berapa Saputra berangkat dari rumah agar ia dapat menepati janji belajar kelompok tepat waktunya?
Penyelesaian: 10.15 – 15 menit – 1 jam 30 menit – 30 menit – 30 menit = 7.30.

Coba Pecahkan!
Adi mengalikan sebuah bilangan dengan 8, padahal seharusnya ia membagi bilangan tersebut dengan 8. Hasilnya ia mendapatkan 128. Berapakah bilangan yang seharusnya ia dapatkan?
Diposkan oleh Priyonohadisaputra di 16:46 0 komentar
SERI TRIK PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA DASAR VI
Ke-6:

Menyederhanakan Masalah
Misalnya ada berapa persegi dapat dibentuk dari persegi satuan sebanyak 4 x 4!


Penyelesaian:
Untuk ukuran 1 x 1 dapat dibentuk 1 persegi (gb 1)
Untuk ukuran 2 x 2 dapat dibentuk 5 persegi (gb 2)
Untuk ukuran 3 x 3 dapat dibentuk 14 persegi (gb 3)
Jadi untuk ukuran 4x4 dapat dibentuk 30 persegi, dapatkah anda menggambarkannya?

Coba Pecahkan!

Berapa jumlah dari:

Diposkan oleh Priyonohadisaputra di 16:45 0 komentar
SERI TRIK PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA DASAR V
Ke-5:

Lakukan percobaan dengan model
Perhatikan gambar di bawah ini! Buang dua korek api, sehingga terbentuk 4 segitiga sama sisi.
Coba Pecahkan!
Ada tiga tumpukan batu, masing-masing terdiri dari 17 batu, 24 batu dan 7 batu. Dalam setiap langkah Aini menggandakan banyaknya batu dari satu tumpukan dengan batu dari tumpukan lain. Aini hanya boleh mengambil batu dari satu tumpukan saja. Berapa langkah paling sedikit yang harus Aini lakukan agar banyaknya batu di ketiga tumpukan tersebut sama?
Diposkan oleh Priyonohadisaputra di 16:42 0 komentar
SERI TRIK PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA DASAR IV
Ke-4:
Memperhatikan pola yang terbentuk
Buktikan bahwa 2 pangkat 0 adalah 1.
Penyelesaian:

Coba pecahkan!
Setiap hari Jarot mendapat uang ajajan dari ayahnya. Suatu hari ayahnya memberikan dua pilihan kepada Jarot. Pilihan pertama adalah ayah memberikan uang jajan satu minggu sekali. Setiap minggu Jarot akan mendapatkan Rp50.000,00. Pilihan kedua adalah tanggal 1 Jarot mendapatkan Rp50,00, tanggal 2 Rp100,00, tanggal 3 Jarot mendapatkan Rp200,00, tanggal 4 Jarot mendapat Rp400,00, tanggal 5 mendapatkan Rp800,00, demikian seterusnya sampai akhir bulan. Pilihan mana yang sebaiknya dipilih oleh Jarot?


BILANGAN BULAT
Untuk memudahkan mempelajari penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat, biasanya dibuat cerita singkat, misalnya:
-4 + 3 = ... /
ada 4 pasukan negatip bertempur dengan 3 pasukan positip, masing-masing pasukan dapat membunuh satu lawannya, setelah pertempuran tersisa 1 pasukan negatip.
Jadi -4 + 3 = -1
Bagaimana kalau:
-10 + 15 = ...?
ada 10 pasukan negatip bertempur dengan 15 pasukan positip, masing-masing pasukan dapat membunuh satu lawannya, setelah pertempuran tersisa 5 pasukan positip.
Jadi -10 + 15 = 5
Bagaimana kalau 5 - 8 = . . . ?
Bentuk ini dapat ditulis dengan 5 + (-8) = ...?
Jadi setelah perang tersisa 3 pasukan negatip.
Sehingga 5 - 8 = -3
Bagaimana jika 2 - (-4) =...?
ada 2 pasukan positip, ada 4 pasukan negatip yang bertobat hingga menjadi pasukan positip. maka pasukan positip menjadi 6.
Jadi 2 - (-4) = 6
Begitulah cara agar mudah memahami operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat.

Selamat belajar.
Diposkan oleh Priyonohadisaputra di 18:48 0 komentar

Tidak ada komentar:

Posting Komentar